Sabtu, 15 Februari 2014

Implemetasi Pancasila dalam Pembentukan Manusia Indonesia Unggul


Seiring dengan derasnya arus globalisasi saat ini, setiap individu sering melupakan nilai-nilai yang ada dalam pancasila maka dirasakan makin kuat desakan untuk terus mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila memiliki arti mendalam baik secara historis maupun pengamalannya dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai pancasila ini merupakan landasan, cita-cita, dan motivasi bagi bangsa Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat maupun dalam kehidupan kenegaraan.
Lima sendi utama penyusun pancasila adalah ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini tercantum pada paragraf ke-4 Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.
Pancasila merupakan intelligent choice untuk mengatasi keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara tidak hendak menghapuskan perbedaan (indifferentism), tetapi merangkum semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam “Bhinneka Tunggal Ika”.

Pandangan tersebut melukiskan Pancasila secara integral (utuh dan menyeluruh) sehingga merupakan penopang yang kokoh terhadap negara yang didirikan di atasnya, dipertahankan, dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dari sila I sampai sila V harus diaplikasikan atau dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk bangsa Indonesia yang unggul.

Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai religius, yaitu  kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sejak dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius, percaya akan adanya zat yang Mahakuasa dan mempunyai keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Tuhan. Untuk membentuk bangsa Indonesia unggul harus dimulai dari aspek religinya karena aspek ini berhubungan dengan sikap seseorang. Dengan adanya kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan, seseorang akan berusaha untuk bertingkah laku baik karena keyakinannya terhadap eksistensi Tuhan. Jika setiap orang berusaha untuk bertingkah laku baik dalam kehidupannya dan bahkan tertanam kuat pada setiap masyarakat terutama generasi mudanya, maka terbentuknya bangsa Indonesia yang unggul tidaklah mustahil. 
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung nilai-nilai perikemanusiaan yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain pengakuan adanya harkat dan martabat manusia dengan segala hak dan kewajiban asasinya, perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, terhadap diri sendiri, alam sekitar dan terhadap Tuhan, manusia sebagai makhluk beradab atau berbudaya yang memiliki daya cipta, rasa, karsa, dan keyakinan. Nilai-nilai ini mengajarkan mengenai hak dan kewajiban setiap bangsa Indonesia baik terhadap dirinya sendiri, sesama manusia, alam sekitar, dan terhadap Tuhannya. Dengan memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai perikemanusiaan ini, setiap orang akan lebih bertanggung jawab dan berlaku adil terhadap dirinya sendiri, masyarakat sekitar, lingkungan, serta kepada Tuhannya. Setiap orang juga akan lebih mengoptimalkan segala sesuatu yang dimilikinya meliputi daya cipta, rasa, karsa, dan keyakinan untuk mengembangkan diri agar menjadi bangsa yang unggul dan mampu bersaing pada era globalisasi ini.
Karena pengaruh keadaan geografis yang terpencar antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya, antar satu pulau dengan pulau lainnya, maka Indonesia terkenal mempunyai banyak perbedaan yang beraneka ragam, perbedaan bahasa daerah, suku bangsa, adat istiadat, kesenian, dan kebudayaannya (bhineka). Akan tetapi, di balik perbedaan yang beraneka ragam ini timbul kesadaran bahwa dalam kebhinekaan terdapat ketunggalan yang harus diutamakan yaitu sebagai bangsa Indonesia yang satu. Inilah esensi dari sila ketiga pancasila yaitu nilai-nilai persatuan bangsa. Nilai ini sangat penting dalam usaha membentuk bangsa Indonesia yang unggul karena persatuan akan melahirkan suatu kekuatan yang akhirnya dapat mencapai derajat bangsa Indonesia unggul. 
Dalam sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan terkandung nilai-nilai kerakyatan. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus dicermati, yakni kedaulatan negara ada di tangan rakyat, pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat, manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama, keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat. Prinsip musyawarah mufakat dalam mengatur tata kehidupan bermasyarakat sudah menjadi ciri khas yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia. Seperi musyawarah dalam pemilihan ketua RT, musyawarah dalam menyelesaikan suatu perkara, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip ini sudah melekat dengan bangsa Indonesia. Prinsip musyawarah mufakat ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pancasila merupakan paradigma dalam pembangunan politik, pembangunan sosial-budaya, pembangunan beragama, dan lain-lain. Dengan arahan yang jelas diharapkan kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan beragama berjalan selaras dalam usaha membentuk bangsa Indonesia unggul.
Salah satu bentuk khusus dari kerakyatan ialah kerakyatan dalam bidang ekonomi yang dirumuskan sebagai kesejahteraan sosial bagi rakyat Indonesia. Asas ini sudah dikenal berabad-abad lamanya yang sisanya masih dapat kita jumpai dalam masyarakat terutama di desa, yaitu kebisaaan tolong menolong antara sesama masyarakat, gotong–royong dalam mengusahakan kepentingan bersama, menolong seseorang yang sangat membutuhkan, dan berbagai macam kegiatan kerakyatan lainnya. Paham-paham barat seperti materialism,  kapitalisme, dan individualisme sama sekali tidak cocok dan tidak disukai oleh bangsa Indonesia karena tidak memungkinkan tercapainya keadilan/kesejahteraan sosial. Hal ini menegaskan bahwa pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan ekonomi nasional. Untuk membentuk  sistem ekonomi nasional yang tangguh dan pembangunan ekonomi yang maju, pancasila harus dijadikan landasan filosofi dalam penyusunannya agar terwujud masyarakat yang adil dan makmur sehingga cita-cita untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang unggul dapat terwujud.

Pancasila merupakan ideologi yang komplet. Bila dibandigkan dengan pemikiran tokoh nasionalis Cina, dr. Sun Yat Sen, Pancasila jauh lebih unggul. Sun Yat Sen memunculkan gagasan tentang San Min Chu I yang berisi tiga pilar, yaitu nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme. Gagasan Sun Yat Sen ini mampu mengubah pemikiran bangsa Cina di selatan. Dengan gagasan Ini, Sun Yat Sen mampu mewujudkan Cina yang baru, modern, dan maju. Apabila San Min Chu I-nya Sun Yat Sen mampu mengubah bangsa yang sedemikian besar, seharusnya Pancasila yang jauh lebih komplet mampu mengubah negara Indonesia menjadi negara maju dan bangsanya menjadi bangsa yang unggul dalam berbagai bidang.

sumber : www.bin.go.id





readmore »»  

Dino Patti Djalal dan Gagasannya

sumber : relawandino.com
Dino Patti Djalal lahir di Beograd, Yugoslavia, 10 September 1965. Ia adalah seorang penulis pidato, aktivis pemuda, akademisi, dan penulis buku best seller yang mampu mengispirasi secara nasional. Ia lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia setelah menjadi salah satu peserta konvensi calon presiden partai demokrat. Beliau memulai kariernya pada tahun 1987 di depatemen luar negeri Indoneisa. Jabatan yang diemban mengharuskan beliau berada di luar negeri. Dili, London, Washington merupakan daerah yang pernah menjadi tempat mengabdinya untuk Indonesia. Terakhir beliau menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Sosok seorang Dino Patti Djalal dilahirkan dalam sebuah keluarga diplomatik yang berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat. Ayahnya, Profesor Hasjim Djalal adalah mantan Duta Besar Indonesia untuk Kanada dan Jerman. Beliau mengawali pendidikannya di sekolah islam yaitu SD Muhamadiyyah dan SMP Al-Azhar, lalu melanjutkan pendidikan ke McLean High School, Amerika Serikat, kemudian pendidikan S-1 ke Universitas Carleton. Gelar M.A. diraihnya dari Universitas Simon Frazer di Kanada hingga kemudian meraih gelar doktor bidang hubungan internasional di London School of Economic and Political Science

Dispora Indonesia adalah sebuah ide yang diinisiasi oleh Dino Pati Djalal. Saat menjabat dubes untuk Amerika beliau bersama 2000 orang Indonesia yang berada di berbagai dunia melaksanakan kongres yang menghasilkan deklarasi Dispora Indonesia. Dengan adanya dispora diharapkan mampu membawa kemajuan bagi Indonesia.
Gagasan lain yang dimilki Dino Pati Djalal adalah nasionalisme unggul yang beliau tuangkan dalam buku dengan judul yang sama. Berdasarkan info dari internet dalam buku tersebut memuat 145 ide dan kutipan inspiratif dari beliau sendiri, tentang semangat, etos kerja, dan konsep-konsep agar Indonesia menjadi negara maju, atau seperti cita-citanya yang menginginkan Indonesia agar menjadi raksasa Asia.
Beliau telah menulis banyak artikel untuk media massa domestik dan internasional. Bahkan telah menulis 5 buku: "Para geopolitik maritim di Indonesia kebijakan teritorial" (Jakarta: CSIS, 1996); "Transformasi Indonesia" (Jakarta: Gramedia, 2005); "Indonesia pada bergerak" (Jakarta: Gramedia, 2006); kemudian diterjemahkan ke dalam "Indonesia Unggul" (Jakarta: Gramedia, 2008); "Harus Bisa!" (Jakarta: Merah Putih, 2008); dan "Energi Positif" (Jakarta: Merah Putih, 2009) 
 
Sosok Dino Patti Djalal sangat erat kaitannya dengan generasi muda Indonesia. Beliau telah banyak memberikan kontribusi bagi berkembangnya pemikiran-pemikiran generasi muda di Indonesia, melalui forum, gerakan, program, hingga karya-karyanya. Sosok ideal yang pantas dijadikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Beliau memiliki pemikiran, visi, dan pandangan yang selalu ingin maju. Beliau mengajak pemuda-pemuda Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan dan ketertinggalan. “Karena sebagai bangsa, kita harus optimis. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya, kalau kita punya kemauan,” ujar Bapak Dino. 
 
Nasionalisme seorang Dino sangat kuat dan bukan nasionalisme sempit. Beliau adalah sosok yang mendedikasikan dirinya untuk negara. Ini terbukti lewat pengadiannya ketika menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk AS. Beliau memiliki etos kerja dan semangat yang pantang menyerah atas apa yang telah dilakukannya. Selau bekerja keras, berfikir, dan mencari solusi untuk mencapai tujuan yang hendak beliau capai.
Di tahun 2013, Sebuah sikap patriotism Bapak Dino yang menyatakan dirinya siap untuk memimpin negara Indonesia dengan mengikuti Proses Konvensi Capres Partai Demokrat 2014. Beliau ikut konvensi bukan untuk melamar pekerjaan. Tetapi karena beliau diundang dan karena sejarah memanggil. Beliau hadir ingin merubah negara yang penuh problematika sosial, politik, dan ekonomi ini menjadi negara yang unggul, hebat, dan serba bisa.
Melihat berbagai gagasan, prestasi dan pengabdian beliau, saya yakin Bapak Dino akan mampu memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik dan mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa unggul yang dapat bersaing dalam peta percaturan global.

Sumber :



readmore »»  

Jumat, 27 Desember 2013

Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam Dunia Pendidikan

Kecerdasan merupakan salah satu anugerah Tuhan sebagai salah satu kelebihan manusia dibanding makhluk lainnya. Dengan kecerdasan, manusia dapat meningkatkan kualitas hidup yang semakin kompleks melalui proses berfikir dan belajar.
Setidaknya ada tiga jenis kecerdasan yang menjadi penyokong dalam kehidupan,  yaitu: Intelligence Quotient, Emotional Quotient, dan Spiritual Quotient.

Intelligence Quotient (IQ)
Arti inteligensi dengan IQ sering disamakan, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan  yang mendasar. Menurut David Wechsler, inteligensi adalah  kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungan secara efektif. Inteligensi tidak dapat diamati secara langsung melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional. sedangkan IQ (Intelligence Quotient) adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan.
IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan secara keseluruhan. Contohnya, seseorang dengan kemampuan mahir dalam seni lukis, sedangkan yang lainnya dalam olahraga. Kecerdasan ini  tidak sama untuk setiap orang, melainkan berbeda satu sama lainnya
IQ mempunyai peran yang besar dalam dunia pendidikan. IQ yang tinggi memudahkan seorang siswa memahami berbagai ilmu. Untuk mencapai tujuan pendidikan, maka kecerdasan inteligensi harus dioptimalkan. Misalnya, seseorang yang bercita-cita menjadi juara olimpiade harus mengoptimalkan kemampuan intelektualnya supaya cita-citanya dapat tercapai.

Emotional Quotient (EQ)
Menurut Goleman (1995), setiap manusia memiliki dua potensi pikiran, yaitu pikiran rasional dan pikiran emosional. Pikiran rasional digerakkan oleh kemampuan intelektual, sedangkan pikiran emosional digerakkan oleh emosi.
Kecerdasan emosional adalah kemampuan pengendalian diri sendiri, bertahan menghadapi frustrasi, mengendalikan dorongan hati dan emosi, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan baik, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitar serta menjadikan pengetahuan sebagai the finding problem.
Daniel Golemen menambahkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya 80 % ditentukan oleh kecerdasan emosional.
Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dan  kebahagiaan dalam dirinya sendiri, bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi positif dan bermanfaat.
Banyak orang cerdas dengan IQ di atas rata-rata, namun dalam dunia sosial tidak disukai karena kurang cerdas dalam mengendalikan emosinya. Setiap orang yang terlibat dalam pendidikan tidak hanya cerdas intelektualnya melainkan juga harus memiliki kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional dapat membina kerja sama, menunjukkan empati dan toleransi terhadap orang lain sehingga setiap orang dapat mewujudkan dirinya secara optimal dan proses pendidikan akan berjalan sebagaimana mestinya. Contohnya, setiap pembelajar harus memiliki kecerdasan emosional agar selama proses pendidikan ia mampu menyeimbangkan dirinya supaya terhindar dari stress.

Spiritual Quotient (SQ)
Danah Zohar dan Ian Marshall mengklaim bahwa SQ adalah inti segala intelejensia. Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. Spiritual Quotient (SQ) berperan sebagai landasan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Contohnya, seorang anak yang cerdas dan pandai bergaul namun tidak memiliki kecerdasan spiritual, akibatnya terjerumus pada kesia-siaan sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada potensi kecemerlangan pada dirinya. IQ, EQ, dan SQ pada diri setiap orang harus bersinergi secara proporsional untuk menghasilkan kekuatan jiwa-raga yang penuh keseimbangan.


Essay ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Beasiswa DataPrint Periode 2
www.beasiswadataprint.com
www.dataprint.co.id

Sumber :
Setia Furqon Kholid. 2009. Jangan Kuliah Kalau Gak Sukses. Sumedang : Rumah Karya


readmore »»  

Minggu, 01 Desember 2013

BEASISWA DATA PRINT 2013 PERIODE II

A. About


Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun ketiga. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 dan 2012, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.
Di tahun 2013 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web www.beasiswadataprint.com
Pendaftaran periode 1 : 1 Februari – 30 Juni 2013
Pengumuman                : 10 Juli 2013
Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 31 Desember 2013
Pengumuman                : 13 Januari 2014
PERIODE
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
@ Rp 1.000.000
@ Rp 500.000
@ Rp 250.000
Periode 1
50 orang
50 orang
150 orang
Periode 2
50 orang
50 orang
150 orang

B.     Essay


Peraturan cara penulisan essay:

1. Essay merupakan opini pribadi. Tuangkan ide kamu semenarik mungkin.
2. Penulisan dan tata bahasa sesuai dengan kaidah EYD.
3. Panjang tulisan minimal 100 kata, maksimal 500 kata.
4. Penulisan kutipan atau data tanpa menyertakan sumber/link akan dianggap copy paste dan formulir akan didiskualifikasi oleh panitia.
5. Bagi pemilik blog, tuliskan informasi mengenai beasiswa DataPrint di blog kamu, sertakan juga link/tautan ke website beasiswa DataPrint (www.beasiswadataprint.com)  dan website DataPrint (www.dataprint.co.id). Kemudian cantumkan link yang berisi informasi ini ke dalam kolom “URL BLOG” di formulir pendaftaran. Pencantuman informasi dalam blog kamu akan menambah poin dalam penilaian sebesar 1-3 poin.
Contoh penulisan link:  www.blogsaya.com/beasiswadataprint.html
Jadi, bukan hanya penulisan nama blog seperti www.blogsaya.com .
TEMA ESSAY UNTUK PELAJAR
Sekolah sebaiknya gratis atau berbayar?Berikan penjelasan
TEMA ESSAY UNTUK MAHASISWA
Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan dan masing-masing berikan contohnya

C.    Kupon

 

D.    Pendaftaran

Pendaftaran bisa dilakukan pada beasiswadataprint.com/?page_id=73

E.     Peraturan

Persyaratan Umum:
1.  Pelajar/mahasiswa aktif dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi untuk jenjang D3/S1
2.  Terlibat aktif di kegiatan atau organisasi sekolah/perguruan tinggi
3.  Tidak terlibat narkoba atau pernah melakukan tindak kriminal
4.  Tidak sedang menerima beasiswa dari perusahaan lain. Jika saat ini peserta masih menerima beasiswa dari kampus, peserta berhak mengikuti pendaftaran beasiswa dari DataPrint.
5. Penerima beasiswa di periode 2 tahun 2012 tidak dapat menjadi penerima beasiswa di periode 1 tahun 2013.
Peraturan Lomba :
1.      Mengisi formulir registrasi di kolom Pendaftaran
2.  Satu nomor kupon yang terdapat di dalam produk DataPrint, hanya berlaku untuk satu kali registrasi
3.      Pendaftaran tidak dipungut biaya
4.      Isilah formulir dengan sebenar-benarnya.
5.      Kolom NAMA, diisi dengan nama lengkap
6.      Kolom KODE KUPON, diisi dengan kode yang tertera pada bagian belakang kupon yang ada di dalam produk DataPrint
7.       Kolom EMAIL, diisi dengan email aktif yang masih berlaku
8.   Kolom NO TELPON, diisi dengan no HP atau no telpon rumah yang masih aktif dan bisa   dihubungi
9.    Kolom JENJANG PENDIDIKAN, diisi dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh saat ini. Contoh: SMA, D3, S1
10. Kolom NAMA PERGURUAN TINGGI/SEKOLAH, diisi dengan nama sekolah/perguruan tinggi tempat kamu menuntut ilmu.
11.  Kolom PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH, diisi dengan prestasi dari kompetisi yang pernah diikuti.
12. Kolom KEGIATAN YANG PERNAH/SEDANG DIIKUTI, diisi dengan penjabaran partisipasi pendaftar beasiswa DataPrint di unit kegiatan pada lingkungan belajar, lingkungan rumah dan acara-acara khusus (seminar, dll).
Aktivitas berupa kuliah atau belajar di sekolah, tidak termasuk prestasi.
13. Kolom LAMA MENGGUNAKAN DATAPRINT, diisi dengan waktu penggunaan produk  DataPrint
14. Kolom MENGETAHUI INFORMASI BEASISWA, diisi dengan narasumber awal yang memberitahu mengenai program beasiwa pendidikan DataPrint
15.  Kolom NILAI RAPORT (BAGI PELAJAR dan MAHASISWA BARU), diisi dengan total nilai secara keseluruhan beserta jumlah mata pelajaran pada semester terakhir. Ingat, kolom ini hanya diisi oleh pelajar atau mahasiswa baru yang belum mempunyai IP.
Contoh: 98 dari 7 mata pelajaran
16.  Kolom IPK TERAKHIR (BAGI MAHASIWA), diisi dengan nilai IPK atau jika belum memiliki IPK boleh diisi dengan nilai IP semester terakhir. Tuliskan juga semester yang sedang ditempuh. Ingat, kolom ini hanya diisi oleh mahasiswa, bukan pelajar.
17. Kolom URL BLOG, diisi dengan copy URL blog kamu yang memuat informasi mengenai beasiswa DataPrint. Isi kolom ini jika kamu memiliki blog. Pengisian pada kolom ini akan menambah 1-3 poin pada penilaian.
18.  Kolom ESSAY, diisi dengan karya tulis/essay berisi hasil pemikiran kamu sendiri sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Panjang penulisan minimal 100 kata, maksimal 500 kata. Tema akan berubah setiap periode. Dilarang mengcopy paste tulisan orang lain. Jika bermaksud untuk menyadur atau mengutip tulisan orang lain, tuliskan juga sumbernya.
19.  Beasiswa akan dibagi menjadi 2 periode.
20.  Jika gagal di periode pertama, peserta BOLEH mendaftarkan diri di periode selanjutnya.
21.  Penerima beasiswa yang telah mendapat dana beasiswa di satu periode TIDAK DAPATmenjadi penerima beasiswa di periode selanjutnya.
22.  Waktu per periode:
Periode 1: 1 Februari  – 30 Juni
Periode 2: 1 Juli – 31 Desember
23.  Perincian pemenang per periode sebagai berikut:
PERIODE
JUMLAH PENERIMA DANA BEASISWA
@ Rp 1.000.000
@ Rp 500.000
@ Rp 250.000
Periode I      
50 orang
50 orang
150 orang
Periode II
50 orang
50 orang
150 orang





24.  Penerima beasiswa akan diseleksi (bukan diundi) oleh tim dari DataPrint.
25.  Panitia tidak menghubungi penerima beasiswa. Nama penerima beasiswa  dapat dilihat di website ini, website DataPrint www.dataprint.do.id atau diwww.facebook.com/dataprintindonesia . Simpan fotokopi raport terakhir atau IPK terakhir dan kupon sebagai bukti sah verifikasi jika Anda terseleksi sebagai penerima dana beasiswa.
26.  Dana beasiswa akan diberikan sekaligus dan secara langsung kepada penerima di periode tersebut.
27.  Dana beasiswa akan dikirimkan dalam jangka waktu paling lambat satu bulan setelah pengumuman dan atau setelah selesainya pemberkasan dari para penerima beasiswa.
28.  Beasiswa akan ditransfer melalui bank BCA. Bagi penerima beasiswa yang menggunakan rekening bank lain, biaya administrasi sebesar Rp 5.000 ditanggung penerima (beasiswa akan dipotong Rp 5.000).
29.  Penerima beasiswa akan diumumkan di website DataPrint www.dataprint.co.id ,  page Facebook DataPrint www.facebok.com/dataprintindonesia
Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada
website DataPrint www.dataprint.co.id
website beasiswa Dataprint www.beasiswadataprint.com
page Facebook DataPrint
www.facebook.com/dataprintindonesia

readmore »»