Assalaamu’alaikum.
Pelangi,
apa kabarmu? Baik-baik kan? maaf ya, baru bisa menyapamu lagi.
Akhir-akhir ini aku sibuk, menyibukkan diri lebih tepatnya hehe. Karena kalau
aku gak menyibukkan diri seperti ini pasti aku disibukkan dengan hal-hal
negatif seperti melamun, tiduran, pokoknya hal-hal yang gak produktif deh.
Mau tau
gak hari ini aku sibuk ngapain? Mau tau aja apa mau tau banget ayoo? ^^
hari ini nano-nano seperti biasa, dibuka dengan kabar duka bahwa minggu depan
yang harusnya libur dosennya keukeuh nyuruh
masuk. Dongkol sih dikit, agenda yang sudah ku susun untuk pulang kampung minggu
depan mesti ditunda dulu. Tapi, gak apa-apa ko aku ngerti banget kalau dosen
itu memegang kekuasaan tertinggi diatas mahasiswa. Sebagai mahasiswa harus nrimo menghadapi tingkah dosen yang
terkadang gak berprikemahasiswaan. hehehe.
Alhamdulillah,
dongkolnya gak bertahan lama entah karena sudah terbiasa dikecewakan mungkin.
^^
Badan, pikiran, semangat oke lagi setelahnya. Alhamdulillaah..
Nah, sorenya aku gabung ke program buatan BEM Fakultasku namanya Smart Home, semacam Indonesia Mengajar cuma
lingkupnya lebih kecil. Kita ngajarnya di suatu tempat yang disebut Dusun
Binaan (Dusbin). Semangat banget deh ikut ini, disuruh kumpulnya sih jam empat
tapi setengah empat teng aku udah hadiroh
di gedung BEM. ehehe.
Sesampainya
di Dusbin yang letaknya gak begitu jauh dari kampus. Aku kaget ketika melihat dusbinnya
tepat berada di seberang kuburan china yang
luaaas banget lebih kaget lagi ketika melihat gak ada anak satupun
disana. Apa mereka tau kalau hari ini ada aku ya jadi mereka takut dan
memutuskan gak datang? Aduh, masa iya? Sebegitu menyeramkankah diriku? haha.
Seakan bisa membaca pikiranku, mbaknya langsung bilang katanya anak-anak kelas
4-6 sibuk les karena lagi musim-musimnya uts di SD. Serta merta aku bilang ‘oh’
tanpa komando. Sambil nunggu anak-anak lain, kita disuruh nunggu sambil kenalan
sama calon pengajar yang lain. Ketika kami sedang berkenalan satu sama lain,
ada seorang anak perempuan usia prasekolah datang sambil bawa tas gendong kecil
bentuk kepala boneka warna merah menyala. Lucuuu sekali. Kiclik-kiclik-kiclik anak
itu berjalan ke pusat lingkaran tempat kami duduk melingkar, diam sejenak,
senyum-senyum, mendarat di pangkuanku yang sedang duduk bersila, meraih
tanganku dan menciumnya. Ketika aku tanya namanya siapa, dia jawab dengan bibir
mungilnya, “Nailil Izzatul Jannah” Lucunyaaa.. (^o^)
Sebenarnya
aku merasa aneh kenapa anak itu memilih kakiku untuk menjadi tempat duduknya apa
kakiku lebih mirip kursi reyot kali ya? hahaha. padahal disana banyak mba-mba
yang baik-baik dan senior pula, sedangkan aku kan hadir disini baru pertama
kali malah. Di tengah keherananku, datang lagi seorang anak perempuan kali ini
agak besar. Tidak seperti Nailil yang langsung duduk di pangkuanku, anak ini berkeliling
untuk menyalami kami satu-persatu terlebih dahulu sebelum akhirnya duduk di
depanku di depan Nailil lebih tepatnya. Teman sesama pendatang baru di
sampingku nyeletuk sambil menyenggolkan badannya ke arahku, “kamu favorit nih,
cie..“
Kali ini bukan hanya aku yang heran, tapi semua yang ada disana ikutan heran.
hehehe. Maaf telah membuat heran. ^^v Karena hari ini aku jadi pendatang baru yang
katanya favorit, akhirnya aku disuruh ngajar anak-anak. Dibantu yang lain
tentunya. Asik asik.. seneng sih, tapi rela
ko dibagi-bagi. hehe.
Sekian
ceritaku hari ini, apa ceritamu? ^^
readmore »»